Selasa, Maret 28, 2017

Honeymoon Ke Kota Batu, Malang (Part 3) : Coban Rais dan Alun-Alun Kota Batu

Rabu, 22 Februari 2017 

Pagi sehabis sarapan, kami langsung siap-siap untuk menuju coban rais. Kali ini gue pengen berwisata alam. Sebenernya deket dari hotel ada wisata yang hitz juga. Iya, jatim park maksudnya, tapi entah kenapa gue gak tertarik buat kesana dan malah cari tempat wisata yang jauh dari hotel. 

Untuk menuju kesana, kami naik grab car (lagi), biaya nya cuma 30K. Yeayy.. murah. Perjalanan nya cukup jauh. Kira-kira sekitar 30 menit baru sampai di lokasi. Sampai di lokasi, langsung menuju loket untuk beli tiket masuk ke coban rais. Harga tiket Rp 10.000/orang. 


Minggu, Maret 26, 2017

Honeymoon ke Kota Batu, Malang (Part 2) : Museum Angkut dan Batu Night Spektakuler (BNS)

...Lanjut dari postingan sebelumnya 

Setelah puas menikmati suasana hotel, keesokannya kami langsung meluncur mengunjungi wisata di daerah Batu. Gak banyak wisata yang bisa kami kunjungi karena keterbatasan waktu dan juga cuaca yang kurang mendukung sehingga kami lebih banyak menghabiskan waktu di hotel. 

Selasa, 21 Februari 2017 

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Museum Angkut. Dari awal memang kami sudah berencana untuk mengunjungi museum angkut, karena rasanya belum afdol ke malang kalo belum berkunjung kesana. Tempat nya bikin penasaran karena hitz banget di social media.


Kamis, Maret 23, 2017

Honeymoon ke Kota Batu, Malang (Part 1) : Review "Riverstone Cottage & Hotel" -

Tepat satu hari pasca menikah, gue dan suami langsung cus berangkat ke malang buat honeymoon. Padahal kemarinnya acara resepsi baru kelar jam 9 malem, tapi besokannya jam 9 pagi gue udah cus terbang ke malang. Capek sih? Banget, tapi rasa capeknya kalah sama rasa excited buat honeymoon. 

Senin Pagi, 20 Feb 2017 

sekitar Jam 9 gue pesen grab car buat berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Enak ya sekarang ada transportasi online, kemana-mana jadi gampang gak perlu ngerepotin orang minta anter kesana-kesini. 

Selasa, Maret 21, 2017

Review : Balada Cetak Undangan Pernikahan

Setelah dapet vendor souvenir yang cucok. Cucok dikantong. Hal selanjutnya yang gue lakuin adalah mencari vendor undangan. Sama seperti souvenir, gue cari-cari vendor undangan di Instagram. Lucuk-lucuk banget undangan jaman sekarang ya, design nya kekinian dan.. harga nya juga kekinian sih. Bisa bikin gue jadi gelandangan pasca menikah. -_- 

Selain di Instagram, gue juga survei vendor undangan di daerah Rawamangun dan juga di deket rumah. Tapi design nya gak ada yang sesuai, design jadul semua. Kaku. Kayak kanebo kering, udah gitu harganya mahal.


Senin, Maret 20, 2017

Review : Hunting Souvenir Pernikahan

Pasca lamaran Agustus lalu, hal pertama yang gue pikirkan adalah mencari souvenir pernikahan. Iya, gue semangat banget cari souvenir nikah. Seneng aja gitu cuci mata liat souvenir yang lucu-lucu. 

Disela- sela jam kerja, gue hunting berbagai souvenir pernikahan di Instagram. Scroll sana scroll sini cari souvenir yang cucok dan juga pas di kantong. Tapi sayangnya, souvenir di Instagram ngga nyantumin harga, katanya sih demi menghindari persaingan tidak sehat. Alhasil, gue pun menghubungi beberapa vendor souvenir untuk tau harga nya. 

Dan ternyata ... Souvenir yang gue mau mahal bangets. Range harga souvenir yang gue incer sekitar 9rb-13rb. Sungguh, jauh diluar budget. kalo gue pesen seribu biji, bisa abis 13 juta sendiri buat souvenir doang. harus ngepet kemana lagi gue? 

Minggu, Maret 19, 2017

REVIEW Pre-Wedding: Mandalawangi Camping Ground TNGGP

Sejak dulu kala, jauh-jauh hari sebelum ada rencana untuk menikah, gue udah punya konsep resepsi pernikahan yang gue impikan, termasuk ke dalamnya yaitu konsep untuk foto prewedding. Semenjak gue suka naik gunung pada tahun 2013 lalu, gue pun sudah mulai kepikiran konsep foto prewed. Ya, walaupun pada saat itu belum ada yang mengajak gue untuk menikah, tapi gue udah punya cita-cita tersendiri untuk foto prewed bersama pasangan gue nanti diatas gunung, atau paling engga ya pura-pura naik gunung lah ya sambil gendong keril. 

Dan akhirnya, terjadilah. Acara pernikahan sudah ditetapkan, koleksi foto-foto kami diatas gunung pun juga  udah lumayan banyak, maka gue berpikiran untuk pakai foto prewedd dari koleksi foto-foto yang udah ada aja. Biar HEMAT.

Kamis, Maret 16, 2017

Mt. Pelaminan, 1902 mdpl -

Alhamdulillah, setelah pendakian selama 5 tahun akhirnya sampai juga di titik pencapaian ini. Ya, sebut saja titik pencapaian ini adalah “Puncak Pelaminan”

Minggu, 19 Februari 2017, setelah proses “Saya terima nikah nya” diucap, setelah pak penghulu menyatakan “SAH” saya pun resmi menjadi Mrs. Neo Dinastian. Iyak, setelah pendakian panjang dan melelahkan selama lima tahun lamanya, akhirnya SAH juga, Akhirnya halal juga. Bahagia sekaligus sedih, terharu, seneng, semua rasa campur aduk jadi satu. 

Mrs. Neo Dinastian