Thursday, December 31, 2015

Trip Ciwidey, Bandung : Kampung Cai, Rancaupas dan Wisata Kawah Putih

Sebagai penutup akhir tahun, gue dan teman-teman seperalayan melakukan perjalanan ke Ciwidey, Bandung. Kami ngecamp di kampung cai, rancaupas dan dilanjut mengunjungi kawah putih. Awalnya sih, kami berencana untuk naik gunung, tapi berhubung lagi bulan-bulannya musim hujan, kami pun mengurungkan niat kesana. Iya. Kapok naik gunung di musim hujan. 

Kampung Cai, Rancaupas terletak di Jl. Raya Ciwidey, Patenggang, Bandung dan berada di ketinggian 1700 mdpl. Untuk mengunjungi Kawah putih, hanya perlu berjalan sekitar 300 meter dari Rancaupas. 

Anak-anak Alay yang ikut di perjalanan kali ini ada Nono, Farha, Nina, Neo, Kharisma, Umar, Eko dan.. gue.

Full team



Rabu, 23 Desember 2015 
Kami melakukan start point di terminal Kp. Rambutan. Berangkat sekitar jam 10 malam, naik bus menuju terminal Leuwi Panjang, Bandung. Perjalanan malam itu cukup melelahkan. Macet dan lama. Ya, ini semua efek dari libur panjang yang membuat semua orang berbondong-bondong untuk liburan, terutama warga Jakarta macam kami yang fakir piknik ini, ditambah temen-temen gue yang juga fakir asmara

Perjalanan menuju Leuwi panjang malam itu memakan waktu sekitar 7 Jam. Ya, tepat adzan subuh kami tiba di terminal Leuwi panjang. 

Kamis, 24 Desember 2015 
Setelah solat subuh dan sarapan, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi. Untuk sampai di lokasi bisa naik elf sampai di ciwidey dengan biaya 12.000/orang dan dilanjut naik angkot sampai rancaupas. Tapi, karena males naik turun angkot, akhirnya kami memutuskan untuk mencarter elf, gabungan dengan rombongan lainnya. Setelah melalui proses tawar menawar yang alot biasa aja. maka diputuskan biaya elf per-orang sebesar Rp 30.000. 

Perjalanan dari terminal leuwi panjang sampai rancaupas memakan waktu sekitar 1,5 Jam. 

Biaya masuk Rancaupas sebesar 12.000/orang, ditambah biaya camping sebesar 12.000/orang. Di Rancaupas, selain menyediakan arena camping, juga ada fasilitas lainnya, yaitu kolam renang, Hot waterbom dan juga penangkaran rusa. 

Sesampainya disana, kami segera memilih lokasi camp yang pas. Kami memilih lokasi camp di ujung dan juga menghadap ke timur. Tujuannya ya, supaya ketika pagi datang, buka tenda, langsung disuguhkan dengan view sunrise yang menawan. Supaya syahdu-syahdu romantis gitu deh. 

Tenda Kami
*menghadap langsung ke timur*

Setelah mendirikan tenda dan masak-masak lucu, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah putih. Biaya masuk kawah putih sebesar 33.000/orang (sudah termasuk tiket masuk dan untang anting).

Trekking menuju kawah putih

Spam dikit ;)


Kawah Putih


Puas bermanja-manjaan di kawah putih, kami pun kembali lagi ke camp. Sampai di camp, sementara anak-anak yang lain beristirahat dan tidur-tiduran lucu, gue dan si anak alay lanjut main di penangkaran rusa.


Penangkaran Rusa
Udara di rancaupas saat itu, dari siang sampai menjelang sore ternyata panas terik seperti hati yang teiris. Tapi malamnya, jangan salah, suhu malam hari saat itu mencapai 13 derajat Celcius. Rasanya dingin, menggigil dalam kegelapan, Ingin memanggil kamu untuk menghangatkan. #eh

Malam hari, dibawah sinar bulan, dengan suhu 13 derajat Celcius


Butuh kehangatan-mu

Jumat, 25 Desember 2015 
Pagi itu dingin, Kabut tebal membelai-belai mesra tubuh. Rasanya tak ingin beranjak dari pelukan sleeping bag. Masih di dalam pelukan sleeping bag, gue duduk di depan tenda, menatap sang mentari yang masih malu-malu keluar dari peraduan seraya mengumpulkan niat untuk keluar tenda. 

Masih enggan keluar tenda

Pagi hari, Masih diselimuti kabut

Beberapa menit setelahnya, gue pun keluar tenda untuk mengabadikan moment-moment cantik di rancaupas.

Rancaupas berselimutkan kabut

Ketika Matahari mulai meninggi
(photo taken by: fafarhati)

Aku dan segumpal kabut

Puas menikmati pagi yang sejuk, kami mencari sarapan, membuat minuman sekedar untuk menghangatkan tubuh sambil berjemur mencari kehangatan dari sang mentari yang perlahan bergerak meninggi.  

Sambil menikmati view disekitaran camping ground, gue balik lagi mengunjungi penangkaran rusa, bareng neo, emak, eko dan umar.

Kasih sarapan rusa dulu gais

Rusa nya malu-malu

 Setelah itu, kami pun bersiap pulang.

Pasukan Consiners






























Terimakasih rancaupas, telah menemani malam kami yang dingin,
-Bandung 24-25 Desember 2015-

5 comments :

  1. wah keren banget bisa menghabiskan liburan camping. Itu rusanya liar apa gimana kok bisa diajak main-main?

    ReplyDelete
    Replies
    1. rusa nya ada di penangkaran gitu.
      jinak-jinak nakal gitu lah..

      Delete
  2. Duhhhhh jadi pengen ngajak Jani kesana..Main2 sama rusa! Kapan2 ajak Jani ya tante ucul :)

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

satu comment.. pahala untukmu :)